DataGovAI Day 1 Bahas Teknologi Disruptif

Jakarta, ABDI – Asosiasi Big Data dan AI (ABDI) kembali menggelar 5th DataGovAI 2022 Websummit terbesar untuk Data Science & AI Technology, Governance & Ecoystems yang menghadirkan banyak pembicara dari instansi pemerintah, pemangku kepentingan, akademisi dari 5 Negara.

Pada hari Pertama (22/11/22), AMD eHall, ABDI mengusung sub tema khusus yakni “ABCDE  Technology Transformation & Dusruption” dimana “ABCDE – AI, Blockchain, Clouds/Infrastructure; Big Data, CybEr sEcurity, dari tema Utama “Interopability, Integrity & Trust Of Digital Technology Towards Future Economy Recovery & Metaverse”.

Sudah tradisi 5 tahun, DataGovAI 2022 menjadi ajang peluncuran buku ABDI ke-5, dimana deklarasi awal penulisan buku pada Websummit DataSecurAI 2023 mengundang para penulis untuk buku ABDI 2023. Bersama acara pemberian Anugerah Penghargaan dengan dua kategori penghargaan Best Data Technology AI & Best Data Governance kepada instansi/perusahaan, data scientist, AI in the Data, AI Technology Supply Chain Industry, Markets and Government.

Pada DataGovAI 2022, ABDI meluncurkan buku dengan judul “The Future, Benefit Singularity & Governance of Technology” yang melibatkan banyak penulis dari berbagai ilmu & latar belakang dari 7 negara (Indonesia, Singapore, India, Nepal, Estonia, AS & British Teritory Turks & Caicos Island.

Acara Websummit DataGovAI 2022 Day1 AMD eHall diawali dengan Welcoming Remark oleh Chairman ABDI (Asosiasi Big data & AI) yang juga Host dari Websummit ABDI DataGovAI 2022 memilih judul Technology for Cyber Resilience facing APT (Advanced Persistence Threat) Attack, mengingat banyaknya serangan yang sangat Persistence atau Gigih dan sangat Advanced memanfaatkan Transformasi Teknologi seperti AI, Big Data, sehingga Cyber Defence dan Resilience harus juga menerapkan strategi Pertahanan berlapis disemua lapisan atau dikenal dengan Defense in Depth (DiD) strategy.

Selanjutnya, Websummit Day 1 AMD eHall dibuka dengan High level Keynote yang pertama oleh Gubernur Lemhannas RI, Andi Widjajanto MSc tentang Tantangan & Ancaman Siber di era Disrupsi Informasi yang harus diatasi bersama sama oleh Pemerintah, Korporasi dan Akademis. Digambarkan landscape ancaman siber yang luas, serangan yang berasal dari berbagai aktor antara lain, state own actor (dukungan negara), organized crime, teroris siber, internal Threat, hacking dan script kiddies (pemula).

Metode penetrasi, serangan & exploit adalah bagian dari Advanced Persistence Threat (APT) yaitu gabungan memanfaatkan virus/ malware; phishing dan Social engineering untuk mendapatkan credential & password; web defacing; worms; backdoor untuk mencapai Comand & Control serta pasukan botnet; SQL injection. APT ini telah berhasil membobol banyak situs yang diaga ketat misalnya serangan terhadap situs strategis SingHealth di Singapura, seperti BPJS di Indonesia.

Selain kategori APT untuk penetrasi situs Pemerintah atau Korporasi, juga terdapat kategori penyebaran Hoax, seperti Deep Fake memanfaatkan AI untuk impersonate/berkedok misalnya saat pidato kepala negara membuat misinformasi dan disinformasi. Kategori ini banyak digunakan saat Pemilihan Umum dengan tujuan Politik identitas untuk memenangkan seorang kandidat, seperti yang teradi saat Pemilu Presiden Trump dan kasus Cambridge Analytica dan Facebook.

Perlu diperhatikan tahun 2024 merupakan Tahun Pemilu di AS dan Indonesia, sehingga peranan Media Sosial perlu di antisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan algoritma untuk politik identitas dan disinformasi.

DataGovAI 2022 Websummit dibuka oleh Ministerial Keynote pertama yakni Dr Ir Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang juga sebagai Chair Sherpa G20 membahas Ketahanan Ekonomi Indonesia menghadapi tantangan Global 4C & sukses luar biasa dari Sherpa G20 memandu materi Working Group DEWG, Financial Ministers G20 & Ministerial Meeting DEMM yang sukses menghasilkan Deklarasi & Communique G20 Leadership Summit di Bali.

Laksamana Madya TNI Prof Dr Amarulla Octavian, Rektor Universitas Pertahanan membahas teknologi Perang Masa depan pada beberapa Keynote beliau & kali ini merambah isu Sistem Pertahanan & Keamanan Rayat Semesta;

CEO & Founder BliBli, Kusumo Martanto membahas sukses pengamanan data privasi konsumen & BliBli adalah Ecommerce Pertama di Indonesia yang mendapatkan Data Security Sertifikat dari BSSN & SNI 27001 compliance. Semua ini turut mendukung sukses BliBli (BELI) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selamat kepada BliBli salah satu ecommerce terbesar di RI. Dilanjutkan oleh Jon Teo, Informatica Inc, USA memberikan keynote menarik terkait Data Governance yang sangat komprehensif.

Panelist Day 2, BliBli eHall, Intan Rahayu CISO, BSSN membahas mapping Universe dengan GPS koordinat untuk kemudian di convergensikan di Cyberspace untuk membentuk Digital Twin (Kembar) antara dunia realitas (Universe) dengan dunia maya (Cyberverse). Hal ini menjadi menarik ketika Cybersecurity yang memanfaatkan AI konvergensi dengan fisik IT dan OT dari infrastruktur sebuah Enterprise atau sebuah Kota (City) membentuk Smart City atau bahkan Safe City sebagai Digital twin.

Digital Twin dapat juga diaplikasikan dengan manufacturing yang memanfaatkan robot dan sensor edge computing serta IT & OT konvergensi dengan Cyberspace. Selanjutnya, Bisnis Development Manager, AMD Indonesia, Brando Lubis, dimana AMD menjadi sponsor utama Websummit DataGovAI 2022 Day 1 AMD eHall, sebagai pemimpin prosesor komputasi performa tinggi di dunia terkait data center, cloud & PC anda.  Bersama dengan Ryan Renaldy, Country Business Manager, Dell Technologies Indonesia sebagai Teknologi Provider di panelist Day 1 membahas Edge Computing, dimana mayoritas data mining pada era Big Data diperoleh dari sensor IoT dan Edge Computing, terutama pada aplikasi.

Dalam hal ini, Prof Dr Sonali Agarwal, Associate Prof IIIT, Allahabad, India membahas Machine Learning dan Mr Rohit Kumar from Rosebay Group membahas teknologi AI & Data Science; dan Ibu Nadia Alatas membahas tentang Pendidikan Data Science dengan moderator Heru Sutadi PhD.

Perjalanan Teknologi dan Disrupsi

Welcoming Remark dari Host ABDI menjelaskan tentang Perjalanan Teknologi Transformasi hingga AI & Metaverse. Teknologi Transformasi & Disrupsi datang & pergi bergantian,dimana teknologi baru menggantiikan yang lama, karena teknologi yang baru masih di dukung oleh teknologi lama  dan teknologi yang baru terbukti lebih unggul & efisien daripada teknologi yang sebelumnya. Big Data & Data Science lahir karena beberapa factor antara lain: (1) Hadirnya Connectivity Data & Cyber sehingga data menjadi ubiquitous dapat diakses oleh semua yang ada dalam network; (2) CPU yang semakin cepat & PC ubiquitous dimana mana, mendorong data menjadi semakin massif dan lahirlah Big data & Algoritma Data Analytics.

AI kemudian melanjutkan era Teknologi Big data, karena AI membutuhkan Big data, Connectivity, Cyberspace dan CPU untuk proses Algoritma Machine Learning, seperti aplikasi FaceBook, Waze di dalam Smartphone kita.  Gadget yang mengaugmented kemampuan panca indra, tangan, kaki, otak kita, sehingga ketika Smartphone kita tertinggal dirumah, maka kita kebingungan karena sebagian memory kita, nomor telepon, rekening dan lainnya ada di Smartphone.

Perlu disadari, bahwa otak manusia hanya bisa tumbuh linear dan memiliki keterbatasan untuk belajar dan menyimpan data, informasi serta knowledge dalam otak kita. Namun, sebuah gadget atau komputer dapat tumbuh eksponensial, karena informasi dan data dapat di entry hanya dengan melakukan downloading data yang sangat cepat dan kapasitas memory dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.

Sehingga manusia semakin tergantung dengan gadget yang dimilikinya, yang mana disebut sebagai M2M atau Man to Machine Connectivity atau Communication. Sebuah era Augmented Teknologi/ Gadget & Apps menuju Metaverse.

Winter is Here Now & Challenge G20 4C

Pada Bali Yearly Meeting IMF-World Bank (2018), Presiden Jokowi sudah khawatir terhadap peningkatan risiko & ketidak pastian global serta Gap negara North-South yang kian lebar dan Siklus krisis 1998, 2008 & 2018. Analogi Jokowi tentang Situasi kondisi krisis hingga tataran dunia, seperti yang digambarkan oleh Film Game of Thrones dengan tagline Winter is Coming. 

Pada tahun 2022, Indonesia menjadi Host dan Chair Presidensi G20 yang mana menjadi sebuah kesempatan memimpin dunia, yang diikuti Eskalasi Perang dagang di Asia dengan aktor-nya AS & China. Selain itu, juga terjadi Perang Proxy di Ukraina dengan Aktor-nya Rusia-Ukraina, NATO & AS, sehingga Dunia & G20 menghadapi tantangan besar global 4C yaitu Conflict (Warfare di Asia dan Eropa), Crisis (Energy, Food & Gap Daya Beli), Climate Change & Covid 19 Pandemi yang kini menjadi “Winter is Here Now”. Dalam hal ini, kita semua di dunia harus memiliki Sense of Crisis &Teknologi Digital sebuah solusi menjadi sesuatu keniscayaan (inevitability).

Mengapa? Mengacu pada laporan WB, IMF & Jeffrey Sachs di G20 Bali memprediksi ada lebih dari 60 negara yang terancam ambruk atau bisa gagal (Crisis or Failed Nation).

Covid 19 Pandemi akselerasi digital transformasi, Opportunity & vulnerability

Protocol Covid Pandemi sejak Feb 2021, memaksa manusia di dunia melakukan WfH & Sosial Distancing, sehingga Bisnis eCommerce, Food Delivery, Kesehatan, IT, Zoom Meeting, Elearning   menjadi booming, karena banyak Kantor, Mall & Pertokoan yang tutup atau harus menjalankan protocol Social Distancing (Livelihood crisis).

Namun disisi lain, para Hackers juga manfaatkan kondisi disruptif ini dengan melakukan serangan (exploit) kerentanan (vulnerability) yang ada, misalnya karyawan kantor yang harus  bekerja dari luar perimeter Firewall Enterprise dirumah atau WfH (Work from Home). 

Preview melihat masifnya kerugian Global Data Breach menjadi salah satu alasan focus Welcoming Remark pada Teknology Cyber Security & Data Breach Prevention.

Day 1 fokus Teknology Data & Cyber Security

Mengapa Welcoming Address ABDI pada Websummit Day 1 AMD eHall berfokus pada Teknology Data & Cyber Security?

Sejalan dengan pidato Presiden Joko Widodo dalam HUT RI tahun 2019 berpesan bahwa “Kita harus selalu waspada terhadap ancaman Siber & penyalah gunaan data pribadi ditambahkan “Kita harus jaga kedaulatan data Indonesia. Hak data pribadi rakyat harus dilindungi & tidak boleh berkompromi”. Pesan ini menjadi cikal bakal lahirnya UU 27/2022 tentang PDP setelah diakselerasi oleh Byorka yang mengaku telah membobol (data breach) dan menjual data sebesar 1 miliar lebih di DarkWeb. Perlu diingat, bahwa para Hackers & Adversary selalu mencoba dengan gigih (APT) untuk mencari semua peluang dan mencari Weakest links atau Loop holes (Titik Paling Lemah dan (Titik paling rentan) In your System (Low Hanging Fruit).

Case Study: Data Breach Terbesar & Massive APT Attack SingHealth              

SingHealth APT (Advanced Persistent Threat) atau Serangan yang Gigih & Sabar diawali dengan Spear Phishing & Social Engineer untuk mengawali membobol sistem via front-end staff PC di SGH (Singapore General Hospital) pada tanggal 23 Aug 2017.

Setelah Tim awal APT berhasil masuk, maka dilakukan proses distribusi malware diseluruh pelosok internal system sambil bersembunyi & berkeliaran (moved laterally), mulai mencari target data mining & vulnerability didalam system sambil menghindari deteksi (stealth) selama kurun waktu satu Tahun berdiam didalam system dari 23/8/2017 hingga 11/7/2018-APT. Kesempatan digunakan saat EMR (Electronics Medical Records) pada Cytrix Server di SGH akan dimigrasi ke H-Clouds pada Juni 2017.

Sekarang SCM Client application, Database & Security Servers sudah brerada H-Cloud dengan koneksi yang terbuka dari Citrix Server Farm di SGH SCM Database server di H–Clouds dimana semakin meningkatkan vulnerability. Penyusup (APTAdversaries) berhasil mengakses H Cloud Citrix Server melalui SCM DB (stealing credential).

Antara Desember 2017 hingga May 2018 tim penyusup APT bergerak lateral sideways didalam SingHealth network systems, memanfaatkan malware untuk menguasai PC & remote access ke Command & Control. Attacker menggunakan compromised PC & Citrix local admin accont untuk remote login to Citrix Servers in SGH. Mencuri credential, ID, password untuk access EMR Database & data jutaan pasien termasuk data kesehatan PM Singapura.

Kemudian merencanakan Exit strategy yaitu dengan Menghapus Jejak & memasang backdoors (pintu masuk re-entry & berkomunikasi dengan C&C untuk ekspor data breach keluar system perimeter SingHealth.

DB Admin IHiS mengetahui terjadi data breach pada 4 Juli 2018 & berusaha untuk melakukan mitigasi menutup dan menghentikan data breach & APT attack (ZeroDay). Setelah kejadian tim Forensic investigation menemukan call back ke overseas C&C Server & APT group di Dark Web. Terbukti SCM DB telah di compromised dan dibobol (Breach) dari tanggal 26 Juni hingga 4 July 4 menjalankan Bulk SQL queries dari SGH Citrix Server ke SCM Data base Server melalui Open Network Connection.

SCM tergolong CII (Critical information infrastruktur atau Vital) & insiden Kategori 1dibawah NCIRF (National Cancer Institute System for Radiography & Fluoroscopy) yang memerlukan Verbal reporting kepada CSA (Cyber Security Agency) Singapura dalam waktu 2 jam setelah diketahui (Zero days).

Sebuah serangan yang massif dan bertahan 1 tahun dorman didalam system yang menjadi contoh bagaimana persistent nya sebuah serangan APT yang tentu saja dilakukan oleh tim hacker atau Cyber army mungkin saja State Sponsor.

ABDI Luncurkan Buku ke-5 di Websummit DataGovAI 2022

Perhelatan 5th DataGovAI 2022 Websummit terbesar untuk Data Science & AI Technology, Governance & Ecoystems, yang diselenggarakan Asosiasi Big Data dan AI (ABDI) menghadirkan banyak pembicara dari instansi pemerintah, pemangku kepentingan, akademisi dari 5 Negara usai berakhirnya G20 Indonesia Presidency & Host di Bali.  Pada hari Kedua (24/11/22) , BliBli eHall, ABDI mengusung sub tema khusus yakni “Data Governance & Regulation” fokus pada Enterprise Data Security & Data Privacy Protection, Risk Management, Govtech & Regtech, yang dilaksanakan pukul 13.00 – 17.00 WIB bagian dari tema besar “INTEROPABILITY, INTEGRITY & TRUST OF DIGITAL TECHNOLOGY TOWARDS FUTURE ECONOMY RECOVERY & METAVERSE.  

Kegiatan yang melibatkan banyak Eselon 1 Pemerintah dan C Level dari Technology Providers ini menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi dalam pemanfaatan teknologi Big Data dan AI di masa mendatang. Sebagai acara akbar tahunan ABDI, DataGovAI 2022 menjadi ajang peluncuran buku ABDI ke-5 dan memberikan apresiasi Anugerah Penghargaan dengan dua kategori penghargaan Best Data Technology AI & Best Data Governance kepada instansi/perusahaan, data scientist, AI Expert in the Data, AI Technology Supply Chain Industry, Markets and Government Officials serta para penulis buku. ABDI meluncurkan buku dengan judul “The Future, Benefit Singularity & Governance of Technology” yang melibatkan banyak penulis dari berbagai kalangan baik di Indonesia maupun luar negeri dengan memberikan pandangan maupun solusi terhadap pengembangan teknologi di era industri 4.0.

Latar Belakang DataGovAI 2021

Ketua Umum ABDI Dr. Rudi Rusdiah, BE., MA, Master of Ceremony Angela Shirley, dalam Websummit DataGovAI 2021, (25/11/21)

Oleh Chairman Asosiasi Big Data & AI (ABDI) Dr. Rudi Rusdiah, BE., MA

Implementation, Benefit, Integrity, Future, Governance & Risk Management Of AI, Cyber Security & Big Data Towards Economy Recovery

Jakarta, ABDI – Pada tema Day 1: Big Data & AI Technology Transformation, tema Day 2:  Data Science & AI Governance & Regulation serta tema Day 3:  Big Data & AI Future Ecosystems, ABDI memberikan fokus permasalahan Big Data yang bertujuan untuk memberikan gambaran serta pemahaman kepada masyarakat terkait kondisi saat ini, peluang dan tantangan Big Data di berbagai sektor. 

Latar Belakang DataGovAi 2021

Tanpa disadari, teknologi telah berkembang pesat sehingga memberikan banyak manfaat, salah satunya teknologi pada Google. Dengan adanya teknologi tersebut, segala sesuatu menjadi lebih mudah dan mengerjakan segala hal pun menjadi cepat dan singkat. Hal ini tentu menguntungkan manusia. Padahal, manfaat teknologi yang utama ialah membantu kegiatan belajar-mengajar agar tidak gagap teknologi sehingga mempermudah untuk menyesuaikan keadaan lingkungan sekitar. Namun, lain halnya jika teknologi tersebut sudah mulai meningkatkan kemampuannya dengan melibatkan manusia untuk menirukan kecerdasannya, seperti Artificial Intelligence, maka hal ini menjadi pertanyaan apakah transformasi dan kemajuan dari teknologi akan terus menguntungkan atau malah berbalik arah dan berbahaya bagi manusia, seperti perumpamaan senjata makan Tuan.

INDONESIA MENUJU TRANSFORMASI DIGITAL

Asosiasi Big Data & AI (ABDI) mengaku bangga dapat menyampaikan Welcome Address bersama 6 Menteri yang menjadi keynote speech pada web Summit DataGov Ai 2021 yang ke-empat kalinya diselenggarakan pada tanggal 25-30 November 2021 dan 02 Desember 2021.  Dihadiri sebanyak 800+ peserta di Zoom ABDI Hall. Angka tersebut merupakan jumlah penurunan dibandingkan di tahun sebelumnya. Websummit Day 1, tanggal 25 November 2021 berfokus pada pembahasan Data & AI Techonology Transformation. Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini telah memberikan manfaat dikehidupan manusia. Perannya yang membuat, menyimpan, menyampaikan, hingga menyebarkan informasi, membuat penggunaan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan smartphone pun turut membuat teknologi informasi kian dibutuhkan masyarakat luas.

Berkaitan dengan itu, ABDI menganjurkan enterprise agar melakukan transformasi digital. Hal ini sejalan dengan misi Indonesia Maju 2045. Yang mana, Indonesia menjadi salah satu negara yang diproyeksikan menjadi satu dari 5 raksasa ekonomi dunia dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) 7 triliun US Dollar. Dalam hal ini, teknologi pun juga memberikan dampak negative yang dapat menggantikan manusia, sehingga banyak yang di PHK. Selain itu, teknologi dapat menjadi ancaman bagi manusia seperti bom nuklir dan jika perkembangan AI dan Robotics menggantikan manusia.

Potret Angela Shirley memperkenalkan Ministerial Keynote beserta para panelist dalam Websummit DataGovAI 2021, Day 1 (25/11/21)

PENTINGNYA GOVERNANCE DAN REGULASI PADA TRANSFORMASI DIGITAL

Websummit Day 2, pada tanggal 30 November 2021 membahas Governance (tata kelola) & Regulation. Seperti pada bahasan Day 1, bahwasanya teknologi dapat mengancam peradaban manusia. Sebab, teknologi yang semakin meningkat melahirkan Robot AI yang digadang-gadang mampu menggantikan manusia. Hal ini, menyebabkan banyak karyawan harus di PHK. Disini peran Governance dan regulasi menjadi penting supaya teknologi tidak mampu membahayakan manusia dan mengancam masa depan manusia. Dengan begitu, regulasi dan tata kelola menggiring teknologi untuk memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi manusia.

Oleh karena itu, penerapan tata kelola dan regulasi yang baik diyakini mampu memperkuat posisi daya saing sebuah perusahaan secara berkesinambungan, serta mengelola risiko dan sumber daya lebih efisien dan efektif.

PREDIKSI TEKNOLOGI EKOSISTEM DI MASA DEPAN

Pada closing Remark Websummit Day 3, fokus pembahasan pada AI Future Ecosystems. Dimana berkaitan dengan Tema Day 1 dan Day 2, pada Day 3 lebih membahas prediksi di masa depan pada ecosystem technology. ABDI meramalkan dunia berada di persimpangan jalan seperti to be or not to be dikarenakan terdapat dua arah dan tujuan teknologi. Perubahan teknologi yang selalu cepat tidak hanya memberikan pilihan baru dan kemudahan untuk orang banyak namun juga sebagai faktor pengukur seperti apa tren dan perubahan yang akan terjadi selanjutnya. Selain memiliki fungsi dengan baik, teknologi juga telah memungkinkan orang banyak untuk menciptakan suatu inovasi yang efisien dan berfungsi. Dengan mengadopsi teknologi masa kini dan memanfaatkan dengan baik maka teknologi yang dihasilkan pun dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Potret Master of Ceremony Priscilla Wiradinata bersama Ministerial Keynote bersama panelist Day 2 dalam Websummit DataGovAI 2021, (30/11/21)

Pada bahasan Special Report berikutnya, dibagi menjadi 3 Sub Artikel Special Report Tema Day 1, Day 2 dan Day 3 sesuai dengan agenda dan Narasumber dari Websummit DataGovAi 2021. Seperti pembahasan dari Narasumber tentang tema day 1 teknologi transformasi yang belum tentu semuanya memberikan paparan secara keseluruhan sesuai dengan agenda tersebut, melainkan memberi paparan selanjutnya di hari yang berbeda. Demikian pula sebaliknya narasumber pada Tema Day 2 terkait Governance tidak harus menjadi pembicara pada agenda Day 2, karena memiliki kegiatan lain yang mana harus memberikan paparan di Day 1 atau Day 3. Jadi hanya tema yang konsisten Day 1 untuk Teknologi, Day 2 untuk Governance (tata kelola) dan Day 3 terkait Meramal Masa Depan (Future Prediction) sedangkan waktu dari Narasumber lebih menyesuaikan ketersediaan dari narasumber tersebut.

Potret Priscilla Wiradinata saat membacakan nama-nama Instansi Pemerintah dan sejumlah perusahaan yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dan sponsor dalam Websummit DataGovAI 2021

e-Summit DataGovAI 2021

ABDI kembali menggelar Websummit DataGovAI 2021 yang keempat kalinya

Jakarta, ABDI – Untuk keempat kalinya, Asosiasi Big Data & Ai (ABDI) kembali akan menyelenggarakan hajatan tahunan Summit DataGovAi 2021 yang dilakukan secara virtual. DataGovAi dengan   mengambil tema utama yakni Implementation, Benefit, Integrity, & Risk Management Of AI, Cyber Security & Big Data Toward Economy Recovery”. Ditargetkan Summit DataGovAi 2021 diikuti 10 ribu participat secara virtual.

Selain itu, dalam perhelatan DataGovAI 2021 ini akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahan/instansi, data scientist, AI expert in the Data, AI Technology Supply Chain Industry, Market and Government officials – serta para penulis buku. DataGovAi berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 25 dan 30 November 2021, serta tanggal 2 Desember 2021. Adapun tema temanya sebagai berikut:

Day 1 bertema; Data & AI Tech Transformation: Data Sovereignty, Data Privacy Protection & Data Security (Technology Aspects)

Day 2 bertema; Data & AI Governance: Enterprise Data Security, Data Privacy Protections & Risk Management (Regulation Aspects)

Day 3 bertema; Data & AI Ecosystems: Digital Startup, Data Democracy (Rural/Urban) & Smart Nation towards Economy Recovery (Integrity Aspect)

Event kali ini memiliki arti penting bagi organisasi atau perusahaan mengingat teknologi AI Big data dan Cloud serta Security menjadi kekuatan penting atau sangat fundamental dalam mendorong transformasi digital di semua sektor untuk melalui masa pandemi dan paska pandemi khususnya  menyongsong tahun  2021.

“Kami percaya teknologi AI, Cloud, Big data dan Security akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia pada masa pandemi dan paska pandemi, khususnya tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia,” kata Ketua Umum ABDI Rudi Rusdiah sekaligus Ketua Penyelenggara Summit DataGovAi 2021. Terakhir, adalah keamanan siber dimana perusahaan cenderung menggunakan AI untuk melakukan penilaian atas ancaman cyber.

Dalam kegiatan DataGovAi 2021, di mana seluruh partisipan dapat mengikuti beragam aktivitas yang tersedia, di antaranya rangkaian kegiatan konferensi dengan pembicara dari dalam negeri dan berbagai negara. Dalam kegiatan DataGovAi, juga akan di launching buku Cyber Security & Ai dan e-Award DataGovAI yang merupakan apresiasi awards Tatakelola Big Data dan AI, DataGovAI terbesar di Indonesia.

Gelaran kali ini akan menghadirkan sejumlah para pakar TI yang expert di bidangnya baik dari dalam dan luar negeri yang akan membahas berbagai topik diantaranya   Big Data & AI Technology, Governance & Teknologi Data & AI.  Apalagi, memasuki era Industrial 4.0, Tata Kelola & Teknologi Big Data, AI & Cyber menjadi sangat strategis untuk dibahas dalam sebuah Summit, karena pertumbuhan Data yang semakin masif dan teknologi AI yang meng-augmentasi (meningkatkan) kemampuan manusia didunia untuk menghindari Technology Singularity.  Mereka akan membahas berbagai isu menarik di atas berdasarkan perspektif dan pengalaman masing-masing. Berbagai pembahasan ini akan menjadi masukan penting bagi pengembangan Teknologi Informasi di masa depan.

“Era disrupsi dan transformasi digital sangat pentingnya perlindungan Data Privasi dan Sensitif PII (Personal Identifiable Information), namun menjadi opportunity bagi hackers yang melakukan serangan dengan memanfaatkan vulnerability (kerentanan) dengan merusak system hingga  mencuri data penting,” tambah Rudi Rusdiah seraya menbambahkan, karena belakangan ini  serangan siber ini cukup banyak, makanya  persoalan mengenai keamanan data menjadi  sangat penting. “Untuk mencegah ini, perusahaan harus terus memperkuat system keamananya,” tambahnya.

Beberapa nama yang akan menjadi pembicara pada Web Summit Datagov AI 2021 antara lain, Jenderal TNI (Purn)  Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan,   Johnny G. Plate, Menteri Kominfo , Laksamana Madya TNI  Amarulla Octavian,  Rektor Universitas Pertahanan,  Anang Achmad Latif, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Fransiscus Kaurrany, – IT Executive Vice President Enterprise Architechture & IT Service Quality Bank  BCA serta  Siti Choiriana, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) dan masih banyak  para pembicara lainnya dari berbagai institusi Pemerintah, Technology Provider, Akademisi dan Swasta.

Beberapa perusahaan yang mendukung kegiatan Summit DataGovAi 2021 antara lain; BAKTI Kominfo, Bank BCA, Telkom International, PT Sigma Cipta Caraka, PT Aksata , XL Axiata, Blibli.com, Lintasarta, PT Patra Nusa Data, Bank BRI, BIG BOX, AIRMAS GROUP, PT Bali Yoni Saguna, Universitas Budi Luhur (UBL),  PT.New Armada,  dan PT Micronics Internusa.  Berdasarkan informasi database telah tercatat registrasi visitor pada 9 November 2021 sebanyak 5.000 orang. Untuk itu, pihaknya mengajak semua kalangan masyarakat untuk bisa berpartisipasi melalui laman https://bit.ly/DatagovAI-2021. Agar pencapaian 10 ribu participant tercapai. (**)

Daftar Lengkap 30 Penerima Awards DataGovAI 2021 Kategori Data Technology & Data Governance

Jakarta, ABDI – Sebanyak 30 penerima penghargaan awards pada acara DataGovAi 2021 untuk kategori Data Technology (DT) & Data Governance (DG). Tercatat sudah ke- 4 kalinya Web Summit diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data & AI (ABDI). Pada tahun ini ABDI banyak memberikan penghargaan apresiasi karena sejumlah perusahaan/enterprise ikut berkolaborasi dengan ABDI juga memberikan banyak kontribusi terhadap industri Big Data & AI.   

Anugerah apresiasi beserta Awards ini diberikan kepada sejumlah lembaga pemerintah, perusahaan dan individu yang telah sukses mengimplementasikan Data & AI Technology serta Governance untuk survival. Yang telah meningkatkan kinerja perusahaan/instansi yang merupakan sebuah keniscayaan. Sudah banyak case study dimana perusahaan incumbent raksasa nasional hingga skala global dan berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang terdisrupsi oleh startup yang sukses memanfaatkan Teknologi Industry 4.0 khususnya Big Data & AI.

Mereka yang mendapatkan Anugerah Awards dipandang telah berhasil mengimplementasikan Big Data & Tata Kelola TI atau yang biasa disebut IT Governance, di bidangnya masing-masing dalam mendukung perkembangan sekaligus pertumbuhan bisnisnya serta menunjang pembangunan nasional. Acara penerimaan Awards berlangsung dalam Web Summit DataGovAI 2021 selama tiga hari berturut-turur dimulai dari tanggal 25, 30 November serta 02 Desember 2021 melalui eHall ABDI.

Tahun ini, DataGovAi mengangkat thema “Implementation, Benefit, Integrity, & Risk Management Of AI, Cyber Security & Big Data Toward Economy Recovery”. Dimana seluruh partisipan dapat mengikuti beragam aktivitas yang tersedia, di antaranya rangkaian kegiatan dengan pembicara dari berbagai negara. Event kali ini, memiliki arti penting bagi sejumlah organisasi atau pun perusahaan mengingat teknologi AI, Big Data, Data Governance, Cloud serta Security menjadi kekuatan penting yang sangat fundamental dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam transformasi digital di semua sektor untuk melalui masa pandemi juga paska pandemi khususnya  menyongsong tahun  2021.

DataGovAi Award 2021 diselenggarakan oleh ABDI dan majalah portal Komite.ID dengan partisipasi dari : Kepala Staf Kepresidenan, BAKTI Kominfo, Dirjen Dukcapil, Menteri Bappenas, Menteri PANRB, BSSN, Lemhannas, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kominfo, Rektor Universitas Budi Luhur, Rektor UnHan, Wakil Presdir BCA. Selama kegiatan DataGovAi, juga akan di launching buku From Data Science to AI. GovAi Award merupakan penghargaan bergengsi ABDI diberikan kepada lembaga pemerintah dan sejumlah perusahaan yang telah sukses mengimplementasikan teknologi informasi khususnya pengelolaan data atau manajemen data   dalam meningkatkan kinerja perusahaan/instansi, sehingga mampu bersaing di era industri 4.0.

Perhelatan DataGovAi Award 2021 diselenggarakan oleh ABDI melalui metode penilaian berupa market research internal dan Public via Internet dan media sosial, kuesioner, rekomendasi serta penilaian dari customer, yang dikompilasi oleh Tim Pakar ABDI untuk evaluasi pemberian Anugrah Apresiasi Awards atas prestasi Penerima Awards dan bukan sekedar Kompetisi Awards.

Berikut daftar lengkap penerima Anugerah Apresiasi Awards DataGovAI 2021: (Galeri Anugerah Apresiasi Awards DataGovAI 2021)

  1. Kepala Staff kepresidenan Republik Indonesia untuk kategori Best Data & AI Governance dalam menjalankan “Tugas Mendukung Kebijakan Presiden RI TERKAIT Satu Data Indonesia & AI”.
  2. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, untuk Kategori Best Data & AI Governance sebagai Ketua Dewan Pengarah SDI (Satu Data Indonesia) dan Forum Satu Data Indonesia.
  3. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk Kategori Best Data & AI Governance sebagai Government Chief Internal Affair Officer (CIAO).
  4. Badan Siber Dan Sandi Negara (BSSN) untuk Kategori Best Data & AI Governance sebagai Government CDSO Chief Data Security Officer.
  5. Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) Republik Indonesia untuk kategori Best Data & AI Governance.
  6. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) untuk kategori Best Data & AI Governance dalam tugas Ketua tim Koordinasi eGovernment/SPBE (System Pemerintah Berbasis Elektronik).
  7. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk kategori Best Data & AI Governance.
  8. Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Kategori Best Data & AI Technology Success in Providing Insight on Bilateral Relationship Indonesia & China in Big Data & AI Progress.
  9. BAKTI KOMINFO untuk kategori Best Data & AI Governance for Fostering Satu Data Indonesia in Rural Community & Villages.
  10. Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk kategori Best Data & AI Technology.
  11. Senat Yayasan Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 untuk kategori Best Data & AI Technology.
  12. Universitas Budi Luhur menerima penghargaan DataGovAI Awards 2021 untuk Kategori Best Data & AI Technology Yang Success fostering Data Science & AI in Campus & University Ecosystem.
  13. BLIBLI untuk kategori Best Data & AI Governance sebagai BEST e-commerce company with Data Governance/Security.
  14. BIGBOX untuk kategori Best Data & AI Technology yang sukses Membangun eGovernment (SPBE Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) & Digital Transformasi Pemerintah Daerah.
  15. AIR MAS GROUP untuk kategori BEST data & AI Technology dalam hal Best Government Procurement for ICT Products.
  16. PT. XL AXIATA untuk kategori Best Data Technology for Smart Intellegent City dan Best Data Governance Enterprise Data protection excellence awards.
  17. Professor Dr. Peng Chan from Charisma University-Turks & Caicos island untuk kategori Best Data & AI Technology.
  18. BAKTI KOMINFO untuk kategori Best Data & AI Technology for Fostering Digital Transformation in Rural Communication & Region.
  19.  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai Ketua Koordinator Forum SDI (Satu Data Indonesia) Tingkat Pusat.
  20. PT. Bank Central Asia Tbk, untuk Kategori Best Data Technology sebagai Biggest Private Bank in Indonesia toward World Class Digital Bank.
  21. PT. Great Eastern Life Indonesia untuk Kategori : Best Data & AI Governance 2021 Best Customer Data Safety & Privacy Protection.
  22. PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA INTERNASIONAL (TELIN) untuk Kategori Best Data & AI Technology: Indonesia Incorporate & Telkom go Global.
  23. PT. Aksata e-KYC Solutions untuk kategori Best Data & AI Technology for implementing AI based eKYC & Konsumen ID Check dengan AI & Data Kependudukan.
  24. New Armada Group-PT. Mekar Armada Jaya untuk kategori Best Data & AI Technology.
  25. PT. POS Indonesia untuk kategori Best Data & AI Governance dalam menjalankan “Digital Transformation PT. Pos memanfaatkan Big Data & AI pada kode pos, bisnis kurir & logistic.
  26. PT. Baliyoni Saguna Group untuk kategori Best Data & AI Technology sebagai Best One Stop Solution e-Marketplace & Mall.
  27. Data Academy untuk kategori Best Data & AI Technology sebagai Best Data Science & AI Talent Development Provider.
  28. PT. Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) untuk kategori Best Data & AI Technology sebagai Indonesia Best Cloud Solution and Services Provider.
  29. PT. Patra Nusa Data untuk kategori Best Data & AI Technology for Petroleum Exploration & Production Consultancy.
  30. PT. Micronics Internusa untuk kategori Best Data & AI Governance dan Best Data & AI Technology.

DataGovAI 2019 Summit dan Awards 2019 Sukses Digelar

Jakarta, ABDI –  Ajang Aprisiasi Data Technology & AI Governance yang digelar oleh ABDI di Merak Room 1-3 Jakarta Convention Center sukses. Kepala BSSN, Letjen (purn) Hinsa Siburian berkenan membuka acara DataGovAI 2019 Summit pada hari pertama, 6 November 2019.

ABDI Chairman, Dr. Rudi Rusdiah bersama VP of Data Science Gojek Syafri Bahar dan Walter Kaminski

Dan pada hari kedua, 7 November 2019 berkenan dibuka oleh Menristek RI, Dr. Bambang Brodjonegoro. Hadir bersama para C Level, EVP dan Pakar dari dalam negeri seperti PT Telekomunikasi Indonesia, PT Pos Indonesia, Gojek, BAKTI, BCA, BRI, Lintasarta, Bubu.com, LPJKN, Microsoft Indonesia, GDP Venture, Fortinet, Micronics Group, Adakom, Universitas Budi Luhur, KG Media, MetroTV.

Dari manca negara hadir pembicara dari Alibaba Clouds (China), Appier (Taiwan), SparkBeyond (Timur Tengah), Jubilee Ace (Singapore), Rosebay (India/Nepal), Oracle Asia Pacific, NetAssist (Malaysia) dan Powerry, NeuroNet (Rusia), Diplo (EU) menjadikan DataGovAI 2019 event Summit, Awards dan Expo tentang Big Data & AI terbesar 2019 di Indonesia.

30 Perusahaan mendapat apresiasi penghargaan dan anugerah awards pada acara DataGovAI 2019 Summit, Awards & Expo (DataGov AI 2019). Pada tahun kedua DataGovAI 2019 ini ABDI lebih banyak memberikan penghargaan apresiasi karena lebih banyak perusahaan/Enterprise yang berkolaborasi dengan ABDI dan memberikan banyak kontribusi terhadap industri Big data & AI.

Malam Apresiasi Awards DataGovAI 2019.

Penerima Awards dipandang telah berhasil mengimplementasikan TI dan Tata Kelola TI atau biasa disebutIT Governance di sektornya masing-masing dalam mendukung pertumbuhan bisnisnya dan menunjang pembangunan nasional. Acara puncak penghargaan tersebut berlangsung dalam Gala Dinner DataGov AI 2019 di di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

Host Welcome Address: “Evolution of Human Augmented Technology Towards AI” oleh Dr. Rudi Rusdiah, ABDI Chairman

Ketua Penyelenggara yang juga Ketua Umum ABDI DR. Rudi Rusdiah menjelaskan bahwa ajang penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi yang diharapkan semakin mendorong akselerasi implementasi dan penggunaan digital technology, transformasi ke Big Data & AI baik di kalangan dunia usaha, industri, institusi kepemerintahan, serta instansi lainnya, karena akan berimplikasi luas bagi upaya peningkatan daya saing pembangunan nasional di kancah global.

DataGovAI 2019 mengusung tema “Managing The Next Big Data Technology Revolution, Data Governance & AI,” dan Sub Tema “Considering Data as the Future New Digital Energy & Capital towards AI era Facilitating Nation’s ICT, Banking, Fintech, Ecommerce, Logistic, Medical, Industry 4.0, Government, Academic in Data & AI Governance Initiative, Summit & Agenda.”

Data governance sedang populer di dunia. Tanpa data governance atau tata kelola data yang baik maka posisi user dan konsumen akan rentan menghadapi enterprise data controller atau processor yang memproses dan mengumpulkan jutaan data konsumen. (*)